gejala kanker ovarium

Apa Saja Sebenarnya Gejala Kanker Ovarium Itu?

Banyak jenis kanker yang baru terdiagnosa di stadium akhir karena gejala yang tidak disadari pasien. termasuk pula jenis penyakit kanker ovarium. Itulah sebabnya, kali ini kita akan membahas lebih lanjut apa saja sebenarnya gejala kanker ovarium. Sebagaimana yang dirujuk dari sumber deherba.com.

kanker ovarium, merupakan jenis kanker yang berada di peringkat ke 7 sebagai kanker yang paling banyak terjadi pada wanita. Disertai dengan fakta bahwa penyakit ini juga memiliki tingkat kematian tinggi.

Kanker ovarium sendiri dapat dikaitkan dengan masalah hormonal, terutama pada kasus hiperandrogen dan hiperestrogen. Ini karena fungsi dari ovarium sendiri sangat berkaitan dengan pengaruh efek hormonal.

gejala kanker ovarium

Itu sebabnya, mereka yang memiliki masalah PCOS dan belum pernah hamil juga berada pada resiko lebih tinggi. PCOS sendiri adalah gangguan hormonal pada wanita yang menyebabkan fungsi produksi sel telur terganggu. Alih-alih membentuk sel telur sempurna, produksi sel telur malah membentuk kista-kista bertumpuk akibat kegagalan produksi.

Yang perlu dipahami, bahwa sebenarnya pada stadium awal potensi bertahan hidup pada penderita penyakit kanker ovarium mencapai kisaran 85%. Ini artinya bila pasien dapat didiagnosa lebih awal tentu saja kemungkinan sembuhnya lebih besar.

Tetapi banyak penderita penyakit kanker ovarium sulit menyadari apa saja gejala yang muncul. Dan untuk itu, berikut adalah sejumlah gejala kanker ovarium yang berhasil kami rangkum dari laman deherba.com

Terjadi keputihan

Keputihan merupakan tanda bahwa terjadi gangguan pada organ genital dan organ reproduksi. Bisa berarti area ini terserang infeksi, peradangan atau munculnya unsur asing. Kanker akan menyebabkan pasien mengalami keputihan yang cukup berat. Biasanya akan berwarna dan beraroma karena reaksi terhadap keberadaan peradangan yang berat. Kadang juga tampak kemerahan karena efek dari luka abses yang terbentuk dalam ovarium.

Siklus haid tidak teratur

Penyakit kanker ovarium akan menyebabkan proses produksi sel telur mengalami gangguan. Hingga sel telur tidak diproduksi secara rutin sebagaimana mestinya. Ini tidak hanya mengganggu kesuburan, tetapi juga akan menyebabkan munculnya gejala kanker ovarium berupa siklus haid tidak teratur.

Perut tampak bengkak

Akan terjadi perkembangan massa kanker dalam ovarium dan peradangan yang berat akan menyebabkan terjadinya pembengkakan. Hingga ovarium akan membengkak dan akan muncul hingga ke permukaan kulit. Perut akan tampak besar, membuncit dan kadang tidak simetris.

Nyeri perut

Peradangan yang berkembang akibat efek invasi kanker dalam ovarium akan menyebabkan pasien mengalami rasa nyeri yang kuat. Gejala kanker ovarium ini bisa bersifat kuat dan intens serta datang dan pergi. Kadang nyeri muncul sesaat ketika Anda beraktivitas seksual. Bila nyeri perut tidak mudah diatasi dan datang terus menerus seperti ini sebaiknya Anda memeriksakan diri.

Gangguan pencernaan dan masalah BAK

Pembesaran ukuran ovarium tidak hanya akan menyebabkan perut Anda membesar dan bengkak. Tetapi kadang ini juga menekan area pencernaan dan saluran air kencing. Akibatnya pasien akan mengeluhkan masalah pencernaan dan gangguan dalam melakukan BAK. Pasien juga bisa mengeluhkan rasa kembung terus menerus, mual, diare atau konstipasi terus menerus.

Berat badan yang terus turun

Karena tekanan yang muncul dari pembengkakan pada ovarium, maka pasien akan merasa tidak nyaman saat makan. Ini akan menurunkan selera makan. Selain sel kanker sendiri cenderung menarik nutrisi tubuh untuk proses perkembangannya, hingga area tubuh lain kadang kekurangan nutrisi. Hingga pasien akan tampak kurus dan tidak bugar.

 

Gejala kanker ovarium ini memang pada umumnya samar dan sulit dibedakan dari keluhan masalah seksual dan kesuburan lain. Karenanya mereka yang mengalami beberapa gejala di atas, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut.