Bawang merah merupakan salah satu sumber dapur yang wajib ada di setiap rumah tangga Indonesia. Permintaannya yang tinggi menjadikan usaha bawang merah sebagai peluang bisnis yang menjanjikan.
Artikel ini akan memandu Anda memulai usaha bawang merah dari awal, mulai dari persiapan modal pemilihan lahan, budidaya, panen, hingga pemasaran.
Persiapan Modal

Biaya awal yang diperlukan untuk memulai usaha bawang merah berbeda-beda tergantung pada skala usaha dan lokasi Anda.
Namun, memahami detail modal akan membantu Anda menghitung dengan cermat dan memulai bisnis secara efisien. Berikut komponen penting dalam mempersiapkan modal usaha bawang merah, beserta tips menabungnya:
1. Menyewa/Membeli Tanah dan Tanah Pengolahan
Biaya sewa atau pembelian tanah tergantung luas lahan yang dibutuhkan. Bagi usaha skala kecil, Anda bisa menyewa lahan terlebih dahulu sambil mempelajari teknik budidaya. Biaya pengolahan lahan meliputi jasa traktor atau sewa alat bajak, pupuk kandang/kompos, dan tenaga kerja.
Jika Anda mempunyai tanah sendiri, manfaatkanlah sebaik-baiknya. Negosiasikan harga sewa dengan pemilik tanah. Melakukan kerjasama dengan petani lain untuk menggunakan traktor atau menyewa alat bajak secara bersama-sama. Gunakan pupuk kandang atau kompos buatan sendiri untuk mengurangi biaya.
2. Biji Bawang Merah
Harga benih bervariasi tergantung jenis dan kualitasnya. Harga benih bawang merah lokal biasanya lebih murah dibandingkan benih varietas unggul.
Teliti dan pilih varietas bawang merah yang sesuai dengan kondisi iklim daerah Anda.
Belilah benih langsung dari petani bawang merah untuk mendapatkan harga yang lebih kompetitif. Simpan sisa umbi bawang merah hasil panen sebelumnya untuk dijadikan benih (untuk skala kecil).
3. Pupuk dan Pestisida
Saat ini tersedia berbagai jenis pupuk organik, bahan kimia, pestisida dan obat tanaman lainnya.
Pelajari kebutuhan nutrisi tanaman bawang merah dan pilihlah pupuk yang sesuai. Gunakan pupuk organik atau kompos buatan sendiri sebagai sumber nutrisi utama.
Cegah hama dan penyakit tanaman dengan cara budidaya yang baik (seperti sanitasi lingkungan dan rotasi tanaman) untuk mengurangi penggunaan pestisida.
4. Alat Pertanian
Peralatan pokok yang dibutuhkan antara lain cangkul, garpu, sekop, penyemprot, dan alat panen.
Belilah peralatan bekas dalam kondisi baik untuk menghemat biaya. Rawat peralatan dengan baik agar dapat bertahan lama. Pinjam atau sewa peralatan dari petani lain jika Anda hanya membutuhkannya sesekali.
5. Tenaga Kerja
Biaya upah pekerja tergantung pada sistem pembayaran (harian, besaran upah per satuan) dan luas lahan.
Untuk skala kecil, pertimbangkan untuk bercocok tanam bersama keluarga atau tetangga.Pekerjakan orang lain hanya jika skala bisnis Anda telah berkembang dan Anda kewalahan mengelolanya sendiri.
6. Transportasi
Biaya transportasi meliputi pengangkutan benih, pupuk, hasil panen dan kebutuhan pemasaran.
Carilah mobil pick up atau angkutan sewaan dengan harga terjangkau.Bekerja sama dengan petani lain untuk berbagi biaya transportasi, terutama jika lokasi jual belinya berdekatan. Manfaatkan kendaraan pribadi untuk usaha skala kecil.
7. Pengemasan
Biaya pengemasan tergantung pada jenis dan jumlah bawang merah yang akan dipasarkan. Anda bisa menggunakan plastik berkilo-kilo, karung, atau keranjang anyaman.
Beli kemasan dalam jumlah grosir untuk mendapatkan harga lebih murah.
Gunakan kembali kemasan yang masih layak pakai.
Untuk penjualan langsung ke konsumen, tawarkan pilihan untuk membawa tas belanja sendiri (BYOT – Bring Your Own Totebag) untuk mengurangi penggunaan plastik.
Pemilihan Lahan
Bawang merah tumbuh optimal pada daerah yang beriklim kering dan panas serta curah hujan rendah. Pastikan lahan memiliki drainase yang baik dan mendapat sinar matahari cukup. Lahan yang ideal untuk tanaman bawang merah memiliki pH tanah antara 6,0 hingga 6,8.
Budidaya Bawang Merah

Berikut tahapan budidaya bawang merah:
- Penyemaian : Benih bawang merah disemai pada bedengan semai dengan campuran tanah dan pupuk kandang.
- Penanaman: Bibit bawang merah dipindahkan ke lahan tanam dengan jarak tanam ideal 15-20 cm.
- Penyiraman: Siram secara teratur, terutama pada masa awal pertumbuhan dan sebelum panen.
- Pemupukan: Berikan pupuk organik atau kimia secara berkala sesuai kebutuhan tanaman.
- Penyiangan: Menyiangi gulma secara manual atau menggunakan herbisida untuk menghindari persaingan mendapatkan unsur hara.
- Pengendalian hama dan penyakit: Mencegah dan mengendalikan hama dan penyakit tanaman dengan pestisida atau obat-obatan lainnya.
Panen Bawang Merah
Bawang merah siap dipanen setelah 60-70 hari setelah tanam. Ciri-ciri bawang merah yang siap panen adalah daun mulai menguning dan rontok, serta umbi bawang merah terlihat membesar. Panen dengan hati-hati agar tidak merusak umbi bawang merah.
Pasca Panen dan Penyimpanan
Setelah dipanen, bawang merah perlu dijemur selama beberapa hari untuk mengurangi kadar airnya. Bawang merah kering dapat disimpan di tempat sejuk, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung.
Pemasaran Bawang Merah
Berikut beberapa strategi pemasaran bawang merah:
- Penjualan langsung ke konsumen: Anda bisa menjual bawang merah langsung ke konsumen melalui pasar tradisional, warung, atau toko kelontong.
- Menjadi pemasok kepada pedagang: Menjalin kerja sama dengan pedagang pasar atau supermarket untuk memasok bawang merah dalam jumlah banyak.
- Jualan online: Manfaatkan platform online seperti e-commerce atau media sosial untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
- Pengolahan produk turunan: Bawang merah dapat diolah menjadi produk turunan seperti bawang goreng, bawang merah bubuk, atau sambal bawang untuk meningkatkan nilai jual.

Tips Sukses Usaha Bawang Merah
- Pelajari teknik budidaya yang baik: Pelajari teknik budidaya bawang merah yang benar untuk menghasilkan panen yang optimal.
- Gunakan benih yang berkualitas: Pilihlah benih bawang merah yang berkualitas baik dan bebas hama dan penyakit.
- Jaga kualitas produk: Pastikan bawang merah yang Anda jual berkualitas baik, segar dan bebas dari kerusakan.
- Membangun jaringan pemasaran yang kuat : Membangun jaringan pemasaran yang kuat untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
- Terus berinovasi: Terus berinovasi dengan mengembangkan produk turunan bawang merah atau mencari strategi pemasaran baru.
Jika Anda ingin berbisnis bawang merah iris ataupun bawang goreng, Anda bisa menggunakan alat pengiris bawang untuk membantu bisnis Anda. Alat pengiris bawang dapat membantu mengiris bawang dengan menghemat waktu dan tenaga.
Bisnis bawang merah bisa menjadi peluang usaha yang menguntungkan dengan modal dan pengetahuan yang tepat. Dengan mengikuti panduan ini dan menerapkan tips sukses ini, Anda dapat membangun bisnis bawang merah yang berkembang.
