Ayah Bunda tentu ingin melihat buah hati tumbuh dengan kemampuan bicara yang baik dan lancar. Tapi tidak semua anak berkembang dengan kecepatan yang sama. Ada anak yang lebih lambat dalam berbicara, dan hal ini bisa membuat orang tua cemas.
Kabar baiknya, banyak hal yang bisa Ayah Bunda lakukan di rumah untuk membantu anak mengembangkan kemampuan bicaranya. Bahkan, cara-cara ini sangat sederhana dan bisa dilakukan tanpa alat khusus!
Dalam artikel ini, kita akan membahas tips praktis dan mudah untuk membantu anak lebih lancar bicara, serta mengenali kapan anak perlu dibawa ke ahli terapi wicara. Yuk, simak sampai selesai!

1. Ajak Anak Mengobrol Sejak Dini
Meskipun anak belum bisa membalas dengan kata-kata, berbicara dengan bayi atau balita setiap hari sangat penting. Ajak ia mengobrol saat menyusui, mengganti popok, atau bermain. Suara Ayah Bunda adalah stimulus utama yang membantu anak mengenali kata dan intonasi.
Tipsnya:
- Gunakan kalimat sederhana dan jelas.
- Tatap mata anak saat berbicara.
- Tanggapi ocehannya seolah sedang berdialog.
Â
2. Bacakan Buku Cerita Setiap Hari
Membacakan buku adalah salah satu cara paling efektif untuk memperkenalkan kosa kata dan struktur bahasa. Anak akan terbiasa mendengar kata-kata baru dan cara menyusunnya.
Pilih buku yang:
- Bergambar menarik.
- Ceritanya sederhana dan berulang.
- Mengandung rima atau lagu.
Coba lakukan ini:
- Tanyakan, “Mana kucingnya, Nak?â€
- Ulangi kata-kata: “Itu kucing meong, meongâ€
Â
3. Bernyanyi dan Bermain Lagu
Lagu anak-anak dengan lirik sederhana dan pengulangan bisa merangsang perkembangan bicara. Musik merangsang kedua sisi otak, membantu anak mengenali ritme dan pola bahasa.
Contoh lagu: Balonku, Naik-Naik ke Puncak Gunung, Topi Saya Bundar
Ajak anak: Menepuk tangan, bergoyang, atau menirukan suara binatang.
Â
4. Gunakan Permainan Edukatif
Mainan yang melibatkan komunikasi, seperti boneka tangan, main masak-masakan, atau puzzle hewan, dapat mendorong anak berbicara.
Contoh aktivitas:
- Berpura-pura menjadi penjual dan pembeli.
- Tanya: “Mau yang mana? Ini apa?â€
Â
5. Ulangi dan Tambahkan Kata
Saat anak menyebut satu kata, bantu dengan mengulanginya dan menambahkan kata lain.
Contoh:
- Anak: “Susuâ€
- Ayah Bunda: “Iya, ini susu dingin. Enak, ya!â€
Ini membantu anak memahami struktur kalimat yang lebih panjang tanpa merasa terbebani.
Â
6. Kurangi Screen Time
Penggunaan gadget secara berlebihan terbukti bisa menghambat perkembangan bicara, karena anak tidak mendapatkan interaksi dua arah.
Rekomendasi WHO:
- Anak di bawah 2 tahun: hindari screen time.
- Anak 2–5 tahun: maksimal 1 jam/hari dengan pendampingan.
Â
7. Dengarkan Anak dengan Sabar
Beri anak waktu untuk merespons saat berbicara. Hindari terburu-buru membenarkan ucapannya atau menyela.
Contoh:
Jika anak bilang “atok†untuk “nasi goreng,†Ayah Bunda bisa berkata, “Oh, kamu mau nasi goreng ya?â€
Dengan begitu, anak merasa didengar dan tetap belajar kata yang benar.
Â
8. Buat Rutinitas Interaksi Harian
Waktu makan, mandi, dan bermain adalah momen terbaik untuk memperkenalkan kosakata baru. Jadikan aktivitas harian sebagai sarana belajar bicara.
Misalnya:
- Saat mandi: “Kita cuci tangan, cuci kaki, pakai sabun…â€
- Saat makan: “Ini wortel, ini nasi… ayo makan!â€
Â
Kapan Harus Waspada?
Meskipun anak berkembang dalam kecepatannya masing-masing, ada tanda-tanda keterlambatan bicara yang perlu Ayah Bunda perhatikan:
Tanda anak mungkin mengalami keterlambatan bicara:
- Usia 12 bulan: belum mengoceh atau menunjuk.
- Usia 18 bulan: belum bisa mengucapkan minimal 10 kata.
- Usia 2 tahun: tidak bisa menggabungkan dua kata.
- Usia 3 tahun: bicaranya sulit dipahami oleh orang lain.
Jika Ayah Bunda melihat tanda-tanda ini, sebaiknya segera konsultasi ke terapis wicara.
Â
Terapi Wicara: Solusi Profesional untuk Anak
Terapi wicara adalah bentuk terapi khusus yang membantu anak mengatasi kesulitan berkomunikasi. Tidak hanya untuk anak yang belum bisa bicara sama sekali, tapi juga bagi anak yang:
- Sering salah ucap.
- Sulit menyusun kalimat.
- Terbata-bata.
- Kesulitan memahami instruksi.
Salah satu layanan terapi wicara di Bogor yang bisa Ayah Bunda pertimbangkan adalah AMG Clinic, yang menyediakan sesi terapi bersama profesional berpengalaman, dengan pendekatan yang menyenangkan dan sesuai kebutuhan anak.
Â
Penutup
Perkembangan bicara anak memang memerlukan waktu, tetapi peran aktif Ayah Bunda sangat menentukan. Dengan stimulasi yang tepat dan perhatian sejak dini, anak dapat berkembang sesuai usianya.
Jika Ayah Bunda mulai khawatir dengan perkembangan bicara si kecil, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. Langkah kecil hari ini bisa membawa perubahan besar untuk masa depannya.
Yuk, mulai dari rumah: ajak bicara, bacakan buku, dan kurangi screen time. Bila perlu, segera konsultasikan ke layanan terapi wicara di Bogor untuk penanganan yang lebih terarah.
